Rukan Puri blok c1-2, jalan lingkar luar barat kecamatan kembangan Jakarta barat merupakan alamat dari kantor baru dari salah satu sektor pengendalian pembangkitan dibawah kendali UPJB. Ya, alamat tersebut merupakan alamat kantor PT PLN (Persero) Unit Pembangkitan Jawa Bali Sektor Pengendalian Pembangkitan IV atau yang lebih dikenal dengan nama “SPP IV”.
SPP IV diresmikan oleh Bapak Iwan Agung selaku GM UPJB pada tangggal 27 Agustus 2013, mulai tanggal tersebutlah SPP IV mulai melaksanakan aktifitas kerja dikantor barunya. Tentunya dengan kondisi kantor yang baru pasti masih terdapat beberapa kendala kecil seperti, belum siapnya jaringan internet serta telepon. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat bekerja kawan kawan di SPP IV, bahkan teman—teman rela menggunakan HP pribadinya untuk menjadi modem bagi kepentingan kerja walaupun hanya sekedar berkirim surel sampai memantau unit melalui HDKP Setelmen.
Alhamdulillah saat ini sambungan internet yang menjadi alat komunikasi vital sudah bisa berjalan dengan baik, walaupun sampai saat ini belum tersedia sambungan intranet dari Icon +. Saat ini mungkin belum terlalu dirasakan kendalanya karena masih bisa diback up oleh jaringan internet speedy. Namun kendala tersebut akan sangat terasa ketika proses pengadaan di SPP IV sudah berjalan karena jaringan intranet cenderung lebih stabil daripada jaringan internet karena penggunanya lebih sedikit (terbatas hanya lingkungan PLN). Tidak terasa umur SPP IV sudah menginjak 3 bulan, ibarat bayi kami baru belajar untuk berguling ke kiri dan ke kanan yang belum bisa merangkak bahkan masih jauh dari belajar berjalan serta berlari. Namun SPP IV tidak bisa kita sertamerta disamakan dengan bayi, jikalaupun mau kita analogikan SPP IV harus seperti “bayi ajaib” dimana pada usia 3 bulan SPP IV harus sudah bisa mulai berdiri bahkan berlari untuk bisa mengikuti ritme kerja dari teman teman di unit kerja yang menjadi kendali penuh dari SPP IV.
CoC pertama dilaksanakan pada tanggal 24 September 2013 dengan dihadiri oleh 13 Pegawai beserta Outsourcing, coc perdana dimanfaatkan untuk saling berkenalan serta bertukar informasi ringan antar pegawai dan outsourcing karena pegawai dan OS di SPP IV merupakan gabungan dari beberapa sector/unit pembangkit yang berbeda.
Dua bulan pertama berjalan kami melaksanakan tugas tanpa dikomandoi oleh Manajer, pucuk pimpinan tersebut belum tersedia sehingga jalannya roda pemerintahan di SPP IV sementara dipimpin oleh Asisten Manajer secara bergantian. Masing masing mengerjakan tugasnya seperti Asman Rendal Ophar langsung berkoordinasi dengan masing masing unit untuk melaksanakan konsolidasi terkait basic communication serta hal teknis lain, sementara Asman KSA beserta staff juga mempersiapkan ijin—ijin terkait operasional kantor seperti Ijin Domisili, pembuatan NPWP serta pembukaan rekening operasi.
Lahir sebagai unit baru yang bertugas melakukan fungsi asset manager mewakili kantor induk UPJB untuk pengelolaan unit pembangkit tulang punggung wilayah premium jakarta, SPP IV menetapkan objective pertama adalah menjaga kegiatan operasional 3 unit PLTGU Jakarta tetap lancar dalam transisi yang tadinya langsung dibawah kantor induk UPJB menjadi dalam koordinasi SPP IV.
Diawali dengan sosialisasi proses bisnis oleh Manajer Produksi Bp. Racmatulah didampingi Pak Nuryadin Muslim dan Pak Putut kepada karyawan SPP IV dan perwakilan dari Muara Karang Blok2, Priok Blok 3 dan Muara Tawar Blok 5 di kantor Kembangan, kami melanjutkan berkunjung ke unit PLTGU Jakarta untuk “berkenalan” dengan unit dan PIC masing masing bidang di unit tersebut. Dari kunjungan ke unit – unit tersebut didapati kenyataan bahwa unit di Jakarta adalah dekat dalam jarak namun dapat membutuhkan waktu ekstra dalam menempuhnya semisal ke PLTGU Muara Tawar yang dapat menyita waktu lebih dari 4 jam di jalan untuk jarak enampuluhan kilometer saja.
Sinergy akan sulit terwujud tanpa komunikasi yang baik, dan sinergy juga membutuhkan empati masing masing pihak, pemahaman kita akan kesulitan mitra kita akan membantu upaya menuju goal bersama.
Bukan berarti kekurangan untuk dimaklumkan namun untuk dibantu dalam koridor kemitraan yang sehat. Suasana komunikasi yang terbuka dan egaliter dapat membantu terwujudnya hal tersebut di SPP4, semisal pemahaman teman-teman aset operator bahwa kebanyakan kami kurang pengalaman terkait unit PLTGU membuat mereka lebih sabar dalam menjelaskan hal teknis unit dan pada waktu tertentu enjiner dari Muara Karang Blok 2 tidak segan menyampaikan kebutuhan bencmark ke Cilegon terkait kesulitan menyelesaikan temuan audit asuransi yang dengan mudah kami jembatani.
SPP IV mendapatkan seorang pucuk pimpinan di bulan ketiga atau tepatnya ditanggal 31 Oktober 2013, dalam forum Rakor UPJB di Jogja. SK tersebut diserahkan langsung oleh Bapa GM kepada Bp Djoko Mulyono. —-selamat bergabung dilingkungan SPP IV — “anak anak mu menunggu pa.hehehehe”. Begitulah sedikit kutipan ungkapan kebahagiaan ditengah kegalauan teman—teman di SPP IV.
SPP IV mendapatkan seorang pucuk pimpinan di bulan ketiga atau tepatnya ditanggal 31 Oktober 2013, dalam forum Rakor UPJB di Jogja. SK tersebut diserahkan langsung oleh Bapa GM kepada Bp Djoko Mulyono. —-selamat bergabung dilingkungan SPP IV — “anak anak mu menunggu pa.hehehehe”. Begitulah sedikit kutipan ungkapan kebahagiaan ditengah kegalauan teman—teman di SPP IV.
“Älhamdulillah”. Tapi kenapa dengan kata kata galau?ada apa dengan teman teman?ternyata sebelum digelarmya rakor UPJB dijogja sudah berhembus isu pembubaran SPP IV karena akan diserahterimakan kepada Aset Operator.
Bagaimana tidak galau, “bapa” nya saja belum punya ko sudah mau bubar, apakah ini yang “namanya lahir yatim premature dan mati muda”. Sekali lagi “Alhamdulillah” dalam rakor tersebut sedikit terjawab kegalauan teman—teman SPP IV, dalam rakor pa GM menjawab rasa penasaran dan keingintahuan kami atas status SPP IV. SPP IV mungkin akan diserahkan kepada Asset Operator namun semua butuh proses yang tidak sebentar dan masih diperlukan kajian atas hal tersebut.
Belum genap dua minggu menerima SK Manajer SPP, Pak Djoko langsung melakukan kunjungan ke unit PLTGU dibawah SPP IV yakni Muara Karang Blok 2, Tanjung Priok Blok 3 dan yang terjauh Muara Tawar Blok 5. Dalam kunjungan dua hari tersebut banyak hal yang didapat, pertemuan dengan pucuk pimpinan masing-masing asset operator dan front line di control room cukup membawa manfaat, salah satunya komunikasi via BBM group terkait update Laporan kondisi unit unit langsung masuk rutin ke pucuk pimpinan SPP IV.
Selanjutnya dengan masih merangkap sebagai Manajer SP Cilegon, beliau sudah memimpin langsung rapat koordinasi kinerja bulanan SPP IV pada 26 November kemarin.
Tahun 2013 hanya menyisakan 1 bulan lagi, kami akan tetap bersemangat untuk menutup tahun 2013 dengan baik, berusaha mencapai kinerja terbaik di sisa waktu yang ada, sambil mempersiapkan rencana perbaikan di tahun 2014. kami siap memberikan yang terbaik yang bisa kami laksanakan untuk kinerja UPJB dan PLN. Jumlah pegawai kami hanya 12 orang (termasuk manajer) namun bukan alas an bagi kami untuk mengeluh dan kalah dari SPP lain, kami siap bersaing dan memberikan yang terbaik untuk UPJB.
Dengan pekikan yel yel sederhana yang selalu dikumandangkan setap selasa dan kamis pada forum Coc “SPP IV,,.Bisa, Pasti Bisa, Selalu Bisa” mari kita jalankan 1 bulan yang tersisa dengan tetap semangat dan motivasi tinggi.



No comments:
Post a Comment